Wednesday, May 6, 2015

Antah Berantah - Let Me Begin

| | 0 comments
Jika kemarin saya sempat mencoba mengulas sedikit album Fateh milik MV x DJ Still, kali ini saya akan mencoba memberikan sedikit bocoran tentang 2 album rilisan ulang 2 band favorit saya yaitu The Upstairs dengan Antah Berantah dan The Milo dengan Let Me Begin. Kedua band ini adalah band pionir di masa jayanya, kedua band cukup besar di ranah musik indie masing-masing kotanya dan tentunya suatu kebanggaan dapat memiliki sebuah rilisan fisik dari kedua band yang walaupun itu hanya sebuah rilisan ulang.
Pertama mungkin bisa kita mulai dengan The Upstairs yang mana saya cukup mengenal mereka saat SMA dengan album Matraman dan Energy. Jujur, untuk album Antah Berantah saya tidak mengikuti band ini, yang mana mungkin ketika itu band ini tidak menggema sampai kekota saya menuntut ilmu, Tanjung PInang. Ketika itu saya mengenal The Upstairs dengan musiknya yang unik terlebih lagi dengan liriknya yang tidak enak dibaca seperti "apakah aku berada di mars atau aku mengundang orang mars". The Upstairs sendiri di album ini memiliki lirik yang aduhai tapi dalah hal judul lagu, tidak semenarik album selanjutnya, hanya Mosque of Love yang sedikit berbeda dari sebuat idiom sehari-hari. Dialbum rilisan ulang ini sendiri hanya terdapat cover album dan sebuah liner note dari Jimi yang dalam liner note tersebut memberi tahu kalau cover album rilis ulang ini dibuat oleh istrinya Kubil.
Dalam hal rilisan ulang, mungkin ini sebuah hasil rilisan yang baik dengan kualitas suara yang sempurna, namun tidak pada paketannya, hanya dibungkus kotak CD biasa dengan cover album, liner note, dan back cover. Saya sendiri tidak begitu mengetahui bagaimana bentuk rilisan awal pada album Antah Berantah ini, namun untuk sebuah rilisan ulang yang sudah dikerjakan sebuah tim label mungkin ada baiknya packaging album ini lebih luas. Kalau kita baca dari liner note album ini, dijelaskan bagaimana sebuah album (yang mungkin dadakan) tercipta, dengan jerih payah para personilnya dan peralatan yang minimalis serta bantuan beberapa teman, wajar jika saat album ini pertama keluar tidak terbungkus dengan rapi (yang mana saya jelaskan lagi kalau saya sendiri tidak tau bagaimana bentuk rilisan fisik pertama). Untuk sebuah album rilisan ulang, album ini pasti memberikan sebuah nostalgia bagi banyak orang yang pernah melewati masanya. Bagi sebagian orang mungkin ini sebagai pelepas hasrat rasa ingin memiliki sebuah rilisan fisik diidolakan namun tak pernah punya kesempatan memilikinya pada saat mereka melepas album tersebut.
Untuk album rilisan ulang Let Me Begin milik band dreampop The Milo tidak lebih baik dari album Antah Berantah. Dialbum ini, bonus track adalah benar-beran nilai lebih yang diberikan pada rilisan ulang ini. Pada kualitas album sendiri mungkin masih sama, tapi untuk bungkus album ini ? kurang lebih sama seperti Antah Berantah. Dibungkus kertas dan secarik kertas liner note 2002 dibaliknya ada lirik lagu. Masih seperti yang sebelumnya, saya sendiri mengenal The Milo mungkin pada saat setelah lulus SMA ketika itu saya mendengarkan beberapa lagu seperti Malaikat, Dunia Semu, Lolita. Dan tentunya saya tidak mempunyai kesempatan untuk memiliki rilisan fisik yang menyebabkan saya mencoba untuk memilikinya pada rilisan ulang ini. Berkesempatan untuk melihat mereka live di Singapura merupakan salah satu momen terbaik dalam hidup saya dan memiliki rilisan fisik ini juga melengkapi kesenangan diri bagi saya.

Mungkin terdengar "apaan sih ni orang", tetapi saya sendiri mengejar beberapa rilisan ulang band-band yang saya senangi yang tidak sempat saya miliki. Berkesempatan memiliki 2 album rilisan ulang milik Homicide. Menurut saya begitulah seharusnya sebuah album rilisan ulang, dikemas dengan baik serta memberikan pencerahan baru didalam rilisan ulangnya tidak seperti rilisan awal yang mungkin dikerjakan secara personal sehingga tidak menciptakan sebuah rilisan yang sempurna. Atau mungkin juga itu dikerjakan dengan waktu yang lama, tidak sekedar mengejar pekerjaan momen tertentu.

Tetap, saya berterima kasih telah memproduksi rilisan ulang album-album band-band yang saya senangi. Terima kasih turut memuaskan hasrat ingin memiliki rilisan fisik band-band favorit.

0 comments:

Followers

 
Twitter Facebook Tumblr Last FM Flickr