Pages

  • Home

untieno

    • Home
    • Landscape
    • Black and White
    • _Lucky SHD 100
    • Street
    • Camera Review
    Jika kemarin saya sempat mencoba mengulas sedikit album Fateh milik MV x DJ Still, kali ini saya akan mencoba memberikan sedikit bocoran tentang 2 album rilisan ulang 2 band favorit saya yaitu The Upstairs dengan Antah Berantah dan The Milo dengan Let Me Begin. Kedua band ini adalah band pionir di masa jayanya, kedua band cukup besar di ranah musik indie masing-masing kotanya dan tentunya suatu kebanggaan dapat memiliki sebuah rilisan fisik dari kedua band yang walaupun itu hanya sebuah rilisan ulang.
    Pertama mungkin bisa kita mulai dengan The Upstairs yang mana saya cukup mengenal mereka saat SMA dengan album Matraman dan Energy. Jujur, untuk album Antah Berantah saya tidak mengikuti band ini, yang mana mungkin ketika itu band ini tidak menggema sampai kekota saya menuntut ilmu, Tanjung PInang. Ketika itu saya mengenal The Upstairs dengan musiknya yang unik terlebih lagi dengan liriknya yang tidak enak dibaca seperti "apakah aku berada di mars atau aku mengundang orang mars". The Upstairs sendiri di album ini memiliki lirik yang aduhai tapi dalah hal judul lagu, tidak semenarik album selanjutnya, hanya Mosque of Love yang sedikit berbeda dari sebuat idiom sehari-hari. Dialbum rilisan ulang ini sendiri hanya terdapat cover album dan sebuah liner note dari Jimi yang dalam liner note tersebut memberi tahu kalau cover album rilis ulang ini dibuat oleh istrinya Kubil.
    Dalam hal rilisan ulang, mungkin ini sebuah hasil rilisan yang baik dengan kualitas suara yang sempurna, namun tidak pada paketannya, hanya dibungkus kotak CD biasa dengan cover album, liner note, dan back cover. Saya sendiri tidak begitu mengetahui bagaimana bentuk rilisan awal pada album Antah Berantah ini, namun untuk sebuah rilisan ulang yang sudah dikerjakan sebuah tim label mungkin ada baiknya packaging album ini lebih luas. Kalau kita baca dari liner note album ini, dijelaskan bagaimana sebuah album (yang mungkin dadakan) tercipta, dengan jerih payah para personilnya dan peralatan yang minimalis serta bantuan beberapa teman, wajar jika saat album ini pertama keluar tidak terbungkus dengan rapi (yang mana saya jelaskan lagi kalau saya sendiri tidak tau bagaimana bentuk rilisan fisik pertama). Untuk sebuah album rilisan ulang, album ini pasti memberikan sebuah nostalgia bagi banyak orang yang pernah melewati masanya. Bagi sebagian orang mungkin ini sebagai pelepas hasrat rasa ingin memiliki sebuah rilisan fisik diidolakan namun tak pernah punya kesempatan memilikinya pada saat mereka melepas album tersebut.
    Untuk album rilisan ulang Let Me Begin milik band dreampop The Milo tidak lebih baik dari album Antah Berantah. Dialbum ini, bonus track adalah benar-beran nilai lebih yang diberikan pada rilisan ulang ini. Pada kualitas album sendiri mungkin masih sama, tapi untuk bungkus album ini ? kurang lebih sama seperti Antah Berantah. Dibungkus kertas dan secarik kertas liner note 2002 dibaliknya ada lirik lagu. Masih seperti yang sebelumnya, saya sendiri mengenal The Milo mungkin pada saat setelah lulus SMA ketika itu saya mendengarkan beberapa lagu seperti Malaikat, Dunia Semu, Lolita. Dan tentunya saya tidak mempunyai kesempatan untuk memiliki rilisan fisik yang menyebabkan saya mencoba untuk memilikinya pada rilisan ulang ini. Berkesempatan untuk melihat mereka live di Singapura merupakan salah satu momen terbaik dalam hidup saya dan memiliki rilisan fisik ini juga melengkapi kesenangan diri bagi saya.

    Mungkin terdengar "apaan sih ni orang", tetapi saya sendiri mengejar beberapa rilisan ulang band-band yang saya senangi yang tidak sempat saya miliki. Berkesempatan memiliki 2 album rilisan ulang milik Homicide. Menurut saya begitulah seharusnya sebuah album rilisan ulang, dikemas dengan baik serta memberikan pencerahan baru didalam rilisan ulangnya tidak seperti rilisan awal yang mungkin dikerjakan secara personal sehingga tidak menciptakan sebuah rilisan yang sempurna. Atau mungkin juga itu dikerjakan dengan waktu yang lama, tidak sekedar mengejar pekerjaan momen tertentu.

    Tetap, saya berterima kasih telah memproduksi rilisan ulang album-album band-band yang saya senangi. Terima kasih turut memuaskan hasrat ingin memiliki rilisan fisik band-band favorit.
    Continue Reading
    Kalau sebelumnya aku ngepost Diatas Air yang mana ketika itu aku memfoto foto-foto tersebut ketika berada diatas air didalam sebuah Boat Pancung, kali ini foto-foto diatas gedung yang mana saya memoto foto-foto ini dari atas ketinggian sehingga menhasilkan foto cityscape Kota Batam beserta gedung-gedungnya dan tatanan kotanya.
    Berkesempatan menaiki salah satu gedung tertinggi di Kota Batam tak membuat saya lupa untuk menggunakan momen tersebut, kebetulan gedung ini terletak dijantung kota sehingga sangat memberikan kepadatan kota yang penuh sesak dengan sekumpulan dinding-dinding bata. Dapat terlihat ruko-ruko bertebaran, memang Batam termasuk salah satu kota yang berkembang sangat pesat tak pelak juga meningkatkan pembangunan. Batam sendiri sering disebut lautan ruko dengan banyaknya ruko yang bertebaran ditiap sudut kota baik itu yang berpenghuni maupun yang tidak berpenghuni. Dapat terlihat juga beberapa gedung tinggi, terdiri dari hotel maupun apartemen. Batam merupakan kota ketiga yang jumlah wisatawannya terbanyak di Indonesia setelah Bali dan Jakarta tak heran jika banyak hotel-hotel berdiri dititik-titik keramaian kota. Mulai dari kelas hotel melati maupun hotel berbintang, dapat dengan mudah ditemukan disini baik itu hotel kelas bisnis yang terbuat dari gabungan ruko maupun resort-resort  kelas internasional. Namun pula itu tidak sejenak membuat Batam lebih baik dari kota-kota lain di Indonesia alias kebanyakan ngetik fotonya ngak ada.

    BW
    Nikon AF600
    Indiefilmlab Silvergrain
    diambil dari Hotel Planet

    Warna
    Minolta 300si
    Minolta af 20-35mm f3.5-5.6
    Agfa Vista 400
    diambil dari tower Masjid Jabal Arafah
    Continue Reading
    Folding bike - Trikora Beach
    Folded bike - RORO

    Folding Bike - pas istirahat
    Ketemu muscle car di garasi orang

    Pantai Trikora 6am

    Sunrise Pantai Trikora
    I went to Bintan for a short trip to celebrate my birthday in february. Spent two days and one night from Tanjung Uban-Pantai Trikora-Tanjung Pinang, with my folding bike. About 100Km on the road, spent about 10 hours pedaling, a night slept next to the beach. It was a very thrilling experience in my life, I always want to do it and i did it as my 2015 resolution. There so much excitement I found on the road, one of them was riding with some kids who want to play to some place for about 5km from their place. I really enjoyed it. Another one was resting with an athlete who can ride 50 km for about an hour ! But the most wonderful things I did is smiling to each people i met, that won't happen in my kind of world in Batam.
    I didn't took many photos in this trip, about 20 frames in color and about 10 frames in BW. I want to took a lot of photos but i can't, simply because i really into riding my bike even there a lot of landscapes that I wouldn't see everyday. The sad things is, I lost my color film, so yeah I am so sad. Here I put some of black and white photos.
    The Route

    Konica Big Mini 
    Continue Reading


    Pulau Batam, dari kata pulau saja kita sudah mengetahui kalau Batam ini merupakan sebuah tanah dengan luas yang tidak terlalu luas dan dikelilingi oleh air (laut). Tak sedikit orang melupakan penyebutan Pulau untuk Batam itu sendiri, sebagian menyebut Kota Batam, sebagian hanya menyebut Batam. Memang kepadatan penduduk serta pertumbuhan ekonomi yang pesat menjadikan Batam sebagai salah satu kota berkembang yang tidak bisa dipandang sebelah mata jika dilihat dari luas pulaunya. Tapi Batam tetaplah sebuah pulau, sebuah Pulau dengan nama Batam tetap dikurung penjara air lautan luas

    Nikon AF600
    Ultrafine Extreme 400
    Continue Reading
    Turi Beach I

    Minolta Dynax 300xi
    Minolta AF 20-35mm f3.5-4.5

    Continue Reading

    biar judul beach tapi ngak masuk kedalam kategori capturing sands blog aku soalnya pantainya seuprit langsung tak niat potoin pantai bersama pasirnya -_-

    Minolta Dynax 300si
    Minolta AF 20-35mm f3.5-4.5
    Ultrafine Extreme 400
    Continue Reading
    Last december i decided to go to Johor Bahru, Malaysia for just a night to catch The Adams and Yellow Fang at GEGO Festival 2014. I never expected to see The Adams live in my entire life and i got this opportunity and i didn't want to ruin the chance so i crossed to Singapore and stayed some days. Exactly after went to church on sunday in Singapore my friend and i took a bus to Johor Bahru. The thing that amazed me is the venue wasn't far away from the bus terminal in Johor Bahru, we walked by foot. I thought it will a bit hard to be in Johor Bahru because it's my first time to be there so i change my money to Ringgit a bit, but i didn't spend a lot there because the venue was close and the food isn't expensive !

    The Adams was the third last band and Yellow Fang was the second last band at the festival, i waited and listened to the other bands until the time came to see The Adams. It was a very happy night in my life, they played 7 songs if i am not wrong, and i like the only one who sang along with them, what a night !
    After The Adams,Yellow Fang played their songs, three Thai girls played indie rock. Unfortunately i didn't see them till their last song even i hoped they would play Valentinos, i shouted "Valetinos" from the crowd though because i like the song and i want to see it live.

    I went back to Singapore midnight and i didn't know what happen in GEGO after i went back, as far as i know, The Changchuters played there and the crowd was waiting for them.
    I waited and listened for The Adams and Yellow Fang.

    Mju ii + Superia Xtra 800
    Johor Bahru 2014
    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About me

    Photo Profile
    UNTIENO

    I shot film for fun, nowadays I shot snapshots and my travel. Read More

    Follow Me

    • flickr
    • twitter
    • instagram

    recent posts

    Labels

    landscape bw batam street trip city kepulauan riau 35mm Luckyshd beach capturing sands film potrait Tentang kamera artikel lepas expired concert architecture superia compact kodak point n shoot self potrait Yashica T4 gold grainy klastic kontaminasi panorama pantai toycam 100 Found Film Treasure Puisi camera nikon pentax ricoh r1 Neopan ss bicycle bike canon eximus horizonkompakt lingga stage sureshot vignette 50mm Fuji Proplus Fuji Xtra 400 Fuji Zoomdate 1300 Ilford Delta 100 Nikon f4s benan bintan bmx trip bunga canon fl canon fx digital fm10 fuji holga madchester mz30 npz800 oleh-oleh olympus pentax mz30 picnic proplus recesky review ricoh kr 10 sample seagull df2etm smc pentax fa superheadz test roll the stone roses topcon uws zoom zoom 310 af

    Blog Archive

    • ▼  2024 (1)
      • ▼  September 2024 (1)
        • High and Lovv : Pesta Anak Pantai
    • ►  2022 (1)
      • ►  February 2022 (1)
    • ►  2021 (1)
      • ►  April 2021 (1)
    • ►  2020 (1)
      • ►  March 2020 (1)
    • ►  2019 (5)
      • ►  October 2019 (1)
      • ►  September 2019 (4)
    • ►  2016 (4)
      • ►  September 2016 (1)
      • ►  July 2016 (1)
      • ►  February 2016 (2)
    • ►  2015 (15)
      • ►  September 2015 (1)
      • ►  August 2015 (5)
      • ►  June 2015 (2)
      • ►  May 2015 (1)
      • ►  April 2015 (3)
      • ►  March 2015 (2)
      • ►  February 2015 (1)
    • ►  2014 (20)
      • ►  December 2014 (1)
      • ►  November 2014 (2)
      • ►  October 2014 (1)
      • ►  September 2014 (2)
      • ►  August 2014 (5)
      • ►  June 2014 (2)
      • ►  May 2014 (1)
      • ►  April 2014 (3)
      • ►  March 2014 (2)
      • ►  February 2014 (1)
    • ►  2013 (55)
      • ►  December 2013 (1)
      • ►  November 2013 (1)
      • ►  October 2013 (6)
      • ►  September 2013 (4)
      • ►  August 2013 (1)
      • ►  July 2013 (7)
      • ►  June 2013 (5)
      • ►  May 2013 (15)
      • ►  April 2013 (10)
      • ►  March 2013 (3)
      • ►  February 2013 (2)
    • ►  2012 (15)
      • ►  December 2012 (1)
      • ►  November 2012 (5)
      • ►  October 2012 (3)
      • ►  September 2012 (4)
      • ►  July 2012 (2)
    • ►  2011 (23)
      • ►  December 2011 (1)
      • ►  November 2011 (2)
      • ►  October 2011 (1)
      • ►  July 2011 (2)
      • ►  June 2011 (2)
      • ►  May 2011 (3)
      • ►  April 2011 (5)
      • ►  March 2011 (1)
      • ►  February 2011 (5)
      • ►  January 2011 (1)
    • ►  2010 (9)
      • ►  July 2010 (2)
      • ►  May 2010 (1)
      • ►  April 2010 (4)
      • ►  March 2010 (2)
    • ►  2009 (8)
      • ►  May 2009 (8)

    Popular Posts

    • High and Lovv : Pesta Anak Pantai
    • Introduction : Serene

    Most Popular

    • High and Lovv : Pesta Anak Pantai
    • Introduction : Serene
    flickr twitter instagram

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top